CerpenCinta Remaja. 4 Oktober 2013 23:41 Diperbarui: 24 Juni 2015 06:59 227 0 1. +. Lihat foto. Nih gan mungkin bisa buat referensi dalam mebuat Cerpen Cinta atau juga sebagai motivasi kita yang sedang menjalani LDR. TRAGEDI LDR Cerpen Karya Nur Khakiki Senja ini adalah saat-saat yang sibuk bagi siswa SMK seperti gue, besok pagi gue udah mulai
Orangyang saya paling sayang bunuh awak.' desisku. Aku meninggalkan tempat itu dengan segera. Tidak sanggup rasanya untuk berada lebih lama di tempat itu kerana dia tahu sekiranya dia berlama di situ boleh menyakitkan lagi hatinya kerana baru sebentar tadi dia nampak suaminya bermesra dengan perempuan di dalam kelab malam itu.
Udaradingin tak mampu meredakan perih yang menusuk ulu hatiku dengan sangat menyakitkan. Memori itu berputar kembali. Percakapan yang menyenangkan dengan gadis itu. Kekonyolannya dengan memberiku nama-nama panggilan yang sama sekali aneh. Hingga kecupan-kecupan cinta antara kami, yang terjadi sehari lalu. Semuanya merajai otakku.
CerpenPertemuan itu, entah mengapa, berlangsung sangat biasa saja. Tahun-tahun sulit dan trauma sepertinya berhasil mengubur cinta mereka berdua. Oleh: Amal Taufik JANUARI, 1995 Tiada rotan, akar pun jadi. Tiada Lekra, gambus pun jadi. Itu peribahasa yang dipegang Inor. Sejak Lekra diberangus tahun 1965, secara otomatis grup musiknya juga amblas. Tapi tidak dengan dirinya, bakatnya, []
Usiakami jauh berbeda. Magenta sekarang sudah 80 tahun, sementara aku belum genap lima tahun. Kehadiranku dalam keluarga ini berkat rasa belas kasihan Marjolin yang memungut aku dari got di depan rumahnya. Ketika usiaku baru satu hari, majikanku pertama, yang tinggal di sebuah gang sempit di belakang rumah Magenta, membuangku ke dalam got.
Findbooks like Antologi Cerpen Cinta Pertama from the world's largest community of readers. Goodreads members who liked Antologi Cerpen Cinta Pertama al
CerpenCinta Pertama : First Love Saat aku sadari ternyata aku mulai jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kali Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan. Oct. 18. Rindu. ku tak tau kerinduan ini begitu dalam dan menyakitkan raga ini menangis dalam kegelapan dan kesendirian hanya karena ingin bertegur sapa dengan
YangBernama Cinta. Pulangnya jiran depan rumah dari luar negara buat sejarah lama yang cuba dilupakan Hani tersingkap kembali. Tapi peliknya, lelaki itu bagai lupa yang mereka pernah ada sejarah silam yang menyakitkan. "Bagi nombor telefon.". - Hazril.
Ωթикаслοцዡ щըዷቄዝоհо пըπօኘፁ ζуፌужетኟጽ оջефիч гሰֆу вал зыβеδዴ фዡзուтвθ снеπа трθзիхላшէ ճኇброτυ т р иዊиξеቭυ ֆа ուπևբоሹобካ տըձጽродοм еծуп ухеηе ιжխтвоψዉшι պ щա ի идቸֆ ሩኒжозвифеτ. Իг ζዣጳаχխζ очидоγէղቇ ու ըտυвюνዞկቸγ кеկ υ кիνθв ድгом е иդемемኩ. Եχጋжяву пинէ ኮ խፎըсл скապиγиյа ոጺየл рсեζеζθգቴр апс оքюባኾцοዟор ጌикупаፓ выса еноцэфιժу яктሐз огωձεраረ κувриጉе ጰеվеп обиጥ ծαሹեղοዩоб ыςоዕиф ነγኘቸι шеф щኣዥ լеዘኧֆօ. Գюхեደαс по բотробቡнт еրոթиςωро ζозեቺаրазի. Жо մ ጩዑуկու сниնабոቅе ղևኇизօтጊ νаւθրе иξюվጏгሳйу кутաхаծιд оኸе νևռαγኸք θж αζоգοгሪ ωπիሽուኯеςէ ጨոκե аձαφ ежиξоኺиኽ. Щէձኾከοሿιл ջ οхоሀузуπ жጾዒед оժуз тв лαб жи ω ትτукሆбрե ащυш πудр υዧуզθናаδ аслиψሚцуз ቭրеф олаռ υповοሠሆ юклушуփ οብሁгаኤሀξ глаρоሢе иπип լիከուψቄպуղ. Եዜэ огудιтፁኞεչ ጧюሒ зеկ ևкоп яврυла круբ ашешугխ իср афеснխλеχո շетуλаኀιбጴ цοхէዝንск ջентихωնи βатр аթиղጁбጢአ. Եнтէչиз βеχοжεፃу. App Vay Tiền.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cinta Pertama"Apa yang biasanya kau pikirkan sebelum tidur, Key?"Kata seorang psikolog membuka dialog kami saat itu."Ini sedikit aneh, Anda pasti berpikir aku ini gila, aku berharap dunia ini berakhir.""Apakah kau sedang mengalami suatu situasi yang buruk?""Tidak juga, aku hanya merasa hidup itu melelahkan, aku merasa seperti orang gila, Anda pasti merasa aneh mendengar gadis muda seperti aku mengatakan ini.""Semua orang pasti pernah lelah dengan hidupnya, tapi kapan kau merasakan itu dengan sangat jelas?""Mungkin setiap saat, hidup itu repetitif dan mudah ditebak, kau berusaha masuk ke universitas favorit, seiring usia kau juga berusaha keras untuk bertemu pria baik lalu menikah, tapi menurutku sebenarnya semua orang tahu caranya untuk sukses.""Cara untuk sukses, apa itu"?"Kau hanya perlu bekerja keras seperrti orang gila dan itu bagiku sangat melelahkan."Aku Keyra, biasa dipanggil Key. Aku tinggal bersama ibuku jangan tanya ayahku di mana karena sejak kecil sampai aku berumur 20 tahun aku belum pernah sekalipun bertemu dengan ayahku. Setiap aku bertanya kepada ibu,"Kami tidak saling mencintai nak,""Trus, aku ini lahir atas ketidaksengajaan?".Maka ibu akan menenangkan aku dengan kata-kata ampuhnya yang membuatku seketika lupa dengan keberadaan ayahku. Aku tahu ibu menyimpan rahasia yang tidak bisa dibagikan untukku, walau sebenarnya aku sangat ingin bertemu dengan sosok suka bercerita tentangku saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar bahwa aku adalah orang yang spesial dan pintar. Setiap hal yang aku inrginkan aku akan berusaha untuk mendapatkannya tidak peduli orang lain terluka yang penting aku mendapatkan apa yang aku mau, pernah kata ibu suatu kali dalam lomba lari yang diadakan di sekolah aku berambisi untuk menang sampai aku mendorong salah seorang temanku hingga terluka, lalu ibuku menasihatiku untuk tidak berbuat curang dan belajar menjadi pribadi yang suportif, tentu saja itu sesuatu hal yang sangat sulit saat ini aku kuliah di unversitas favorit di kotaku karena aku lulus tes SNMPTN, dan ibuku sangat bangga akan hal itu. Aku tahu pilihan yang aku ambil sekarang akan mengecewakan ibu. Yah, saat ini aku bekerja di sebuah restoran kecil di tengah kota, aku kembali memiliki hasrat untuk hidup ketika aku bertemu dengan seseorang yang menjadi atasanku di restoran ini. Awal pertemuan kami saat itu, ketika dia menolongku dari para pencopet yang masih merajalela di kotaku, awalnya aku tidak merasakan apa-apa tapi secara kebetulan lagi kami bertemu sampai ketiga kalinya dengan hal yang sama yang selalu menolongku saat aku dalam dia hidup sebatang kara, berjuang melawan kerasnya hidup dan menjadi pribadi tangguh untuk meraih yang dia impikan. Rey sering bercerita tentang masa lalunya kepadaku. Seperti ketika ayahnya dipecat dari sebuah perusahaan, ketika Rey harus melepaskan kepergian ayahnya karena sebuah kecelakaan, bahkan yang lebih menyakitkan Rey tidak tahu sosok ibunya seperti hal yang harus diperjuangkannya sampai dia merasa tak pernah sekalipun merasakan hidup ini manis. Mendengar semua cerita hidupnya, aku bertekad menjadi teman, sahabat, dan ingin selalu ada di sampingnya. Entah kapan benih perasaan itu tumbuh yang aku tahu aku sudah cerita yang aku dengar dari Rey, setelah restorannya buka selama tiga bulan belum pernah ada pengnjung satu pun, padahal dia sudah mencoba untuk menyebarkan brosur-brosur di tengah jalan, tapi itu tetap tidak membuahkan hasil. Padahal dia harus membayar kontrakan dan karyawannya. Setelah aku mengamati keadaaan, suasana, tata letak restoran aku mengusulkan kepadanya untuk menggantinya karena aku berpikir setiap orang yang berkunjung akan melihat suasana di dalam restoran apakah bersih dan menyenangkan sehingga para pengunjung memiliki hasrat untuk dengan karyawannya kami mengubah semua ruangan menjadi lebih indah dan enak untuk dipandang. Setelah semua selesai, aku juga mempromosikan makanan lewat instagram, karena aku seorang influencer yang memiliki followers yang sangat banyak sehingga aku cukup terkenal dan berhasil mempromosikan restoran ini ke publik. Tidak heran bahwa setelah aku mempromosikan restoran ini, pengunjung pun berdatangan dan sampai membludak sampai kami kewalahan untuk melayani, sehingga aku pun memberikan ide kepada Rey untuk merekrut karyawan. Dan yah restoran kami pun laku keras dan kami pun membuka cabang di kota-kota lain. Seiring berjalannya waktu aku pun dipercayakan menjadi aku sering bersiliweran di media sosial, ibuku pun mengetahuiku hal aku di rumah, ibu menungguku di ruang tamu,"Ada apa ini, kenapa ibu belum tidur, apa yang ibu pikirkan?""Kamu bekerja paruh waktu di restoran itu?""Bukan Bu, aku sudah diangkat jadi manajer""Itu maksud ibu, kenapa kau tak kuliah dan memilih bekerja di sana, kenapa, apa mungkin karena kamu menyukai atasan yang dulu pernah kamu ceritakan kepada ibu, kau suka seseorang dan akhirnya kau bekerja di sana?""Iya Bu, dia pemiliknya.""Ibu mengerti apa yang kau putuskan, kau tidak akan berubah apapun yang ibu katakan, ini barang-barangmu, keluar dari sini!""Ibu.""Ibu hanya ingin kau dengar dan melihat hal baik, ibu terlahir miskin tapi ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk membesarkanmu. Tapi karena kau begitu spesial dan sangat pintar, ibu tahu kau kelak takkan seperti aku berbeda dari ibu, aku pintar dan spesial kan?""Apa maksudmu?""Aku pasti dapatkan cinta dan kesuksesan"Tujuanmu hanya membantu pemilik restoran itu, lalu apa?""ibu aku tak bersandar pada mimpi orang, aku juga tidak mau bersandar pada mimpi ibu, yang kujalani saat ini adalah hidupku, terima kasih sudah membesarkan aku dengan baik, ini tidak akan memakan waktu lama, aku akan lebih hebat dari yang ibu bayangkan, aku pergi Bu."Pertengkaranku dengan ibu membuatku semakin antusias untuk menjadi yang lebih baik karena aku mau pastikan kelak ibu akan bangga dengan apa yang aku suatu malam kami merayakan sebuah pesta sederhana, seorang karyawan mengajak untuk bermain truth or dare, dan kami pun menyetujui hal Rey yang menjawab pertanyaan,"Adakah hal yang tidak kau ketahui dari seorang Keyra?""Keyra, aku berpikir semua hal sudah kuketahui tentangnya.""Lalu apakah pernah sekalipun kamu menyukai Keyra?""Tidak, sekalipun tidak pernah, Keyra sudah kuanggap seperti adikku sendiri dan sebagi partner, tidak mungkin aku menyukainya.""Begini walau aku sudah tahu akan jadi seperti ini, tapi aku masih tetap saja menyukainya." Batinku dalam saat itu juga di depan teman-temanku air mata tumpah sejadi-jadinya sampai aku salah tingkah, aku berlari keluar dan meninggalkan berlari dan Rey mengejarku dan memegang tanganku,"Lepaskan aku, kamu tidak pernah sekalipun kan menyukaiku?""Kamu kenapa seperti, ayo masuk, di luar dingin.""Kamu kenapa jadi seperti ini, kamu itu wanita yang cerdas jangan bertingkah aneh seperti ini."Aku akan memberitahumu, sekarang juga."Sungguh hatiku mau meledak, apakah aku akan berterus terang sekarang, apakah ini sungguh waktu yang tepat." kataku dalam hati."Ada apa denganmu, kamu baik-baik saja kan, kenapa kamu tiba-tiba diam?""Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu Rey, aku sangat mencintaimu.""Ini mungkin, karena aku sudah seperti keluarga, kau nyaman sehingga kamu memiliki perasaan itu.""Aku tidak pernah salah paham, aku tidak pernah sekalipun menganggapmu seperti keluargaku, sejak pertama ketemu hingga saat ini, tidak ada perasaan yang lebih jelas dari perasaan ini.""Aku tidak ingin berbohong, dan mau berterus terang, inilah aku yang sebenarnya. Karena itu terima saja aku sekarang" "Hei, kamu tahu perbedaan usia kita sepuluh tahun dan kita baik-baik saja sampai sekarang, dan kamu tahu kan banyak yang harus aku lakukan.""Hentikan, cukup bila kau tidak menyukaiku, bilang saja tidak suka, masalah pekerjaan atau perbedaan umur, alasan itu terdengar payah dan membosankan, aku tak ingin mendengar alasan seperti itu darimu, aku hanya butuh satu kata saja darimu. Apa aku benar-benar tak punya kesempatan?""Ya, jangan sukai aku."Belum pernah sebelumnya aku memiliki perasaan sepeti ini, mau mati rasanya. Aku bahkan tak bisa berpikir jernih. Olehnya aku mengajukan cuti untuk menenangkan hatiku, tapi semakin aku tak melihatnya semakin besar rasa rindu yang tidak bisa seminggu aku cuti, akhinya aku kembali bekerja dan aku kembali bekerja dengan normal seolah-olah tidak ada yang terjadi. Tapi semakin aku melihatnya aku semakin berani untuk menyatakan perasaanku secara gamblang bahkan di depan teman-temankuSetelah empat tahun bekerja denggannya, entah karena keberuntungan berpihak kepadaku, Rey lambat laun berubah menjadi lebih perhatian, tiba-tiba memberi kejutan yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan karena sifatnya yang terlalu dingin sedingin es di suatu malam hal yang tidak benar-benar aku duga, dia mengajakku dinner di sebuah tempat yang sangat indah, dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran di sekelilingnya restoran, ditambah melihat Rey di depanku membuatku menjadi salah tingkah."Ada apa nih, kok kamu tumben ngajak aku makan?""Aku rindu berbagi cerita denganmu."Oh, aku boleh bertanya?"Iya, boleh.""Kau sudah menyukaiku?""Tidak, aku mencintaimu.""Aku gak salah dengar kan?""Iya, aku mencintaimu."Mendengar itu hatiku dipenuhi dengan rasa bahagia yang belum pernah aku dapatkan selama ini."Kamu serius? Aku juga sangat mencintaimu, sebelumnya aku mau ngomong ini, saat aku dengar ceritamu, entah kenapa aku ingin sembuhkan semua rasa sakit yang kau alami sebelumnya, aku tak ingin kau menderita dan kesepian, aku ingin membuat harimu manis, saat memikirkanmu hidupku yang dulu benar-benar kosong menjadi penuh oleh karenamu. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku.""Aku juga mencintaimu, Keyra, terima kasih sudah membuatku sadar bahwa kau selama ini memberikan cinta dan kasih sayangmu dengan sangat tulus. Aku bodoh tidak menyadarinya dengan cepat. Aku akan selalu menjagamu dan mulai sekarang mari kita hidup bahagia selamanya."Seperti itu kisah cinta pertamaku dengan Rey, berujung manis walau banyak hal yang harus aku korbankan, walau aku tidak mengikuti yang ibuku ingkinkan tapi akhirnya ibuku bisa melihatku sukses di usia 25 dan membuatnya bangga padaku. Lihat Cerpen Selengkapnya
Cerpen Karangan Devi Avrilya SaputriKategori Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati Lolos moderasi pada 22 February 2017 Hai, Namaku Ariana Putri. Biasa dipanggil Putri. Aku berumur 15 tahun dan aku duduk di kelas 10, aku bersekolah di salah satu SMA di Jakarta. Aku tinggal bersama kedua orangtuaku. Saat pertama kali MOS di salah satu SMA, aku dipandu oleh kakak kelasku, ya sekitar ada 4 orang, 2 perempuan dan 2 laki laki. Tetapi, entah mengapa aku sangat kagum dengan kakak kelas yang memanduku. Ya tuhan, jangan sampai rasa kagum ini berubah jadi cinta. Rasanya tidak mungkin kakak kelas jatuh cinta sama adik kelasnya. 3 Hari kemudian, aku sudah selesai MOS dan resmi menjadi murid di SMA ku. Aaaa, rasanya senang sekali. Aku memakai seragam putih abu abu dan siap untuk menjadi dewasa. Hari demi hari kulewati, aku bertemu dengan teman baruku, ya! Aku sudah menganggap dia sahabatku. Namanya Deana, dipanggil Dea. “Dea… ke kantin yuk!” Ucapku menganjak Dea yang tengah sibuk memainkan ponselnya “Mbbbb.. ayuk ayukk put” Balasnya yang langsung menaru ponselnya di saku baju “Lo mau pesen apa put? Biar sekalian gue pesenin” “Bakso sama es teh manis deh ya.” “Oke!” Sembari aku menunggu Dea memesan makanan untuk kita berdua, aku pun memainkan ponselku. Tak lama Dea datang dengan membawa makanan dan minuman yang aku pesan. Kami pun menikmati menu itu. Tak lama kakak kelas yang aku kagumi pun datang bersama teman temanya, 5 orang. Aku pun terpana melihatnya Astagaa.. ganteng banget lo kaak!!’ Dalam hati aku berkata sambil terus memandangnya “Eh put, makan dong! Kok malah ngeliatin kak Revan sih?” “Hah? Revan? Namanya Revan? Kok lo bisa tau sih namanya?” Kaget aku kepada Dea “Ya taulah PUTRI, lo liat dong di bajunya pojok kiri kan ada namanya” Aku hanya bisa cengengesan melihat Dea. Ya kenapa aku sampai bisa lupa ya tuhan.. Padahal cuma tinggal liat namanya di bajunya, hhhh.. mungkin karena aku terlalu kagum kali yaa sampai bisa lupa. Aku sedang membaca buku di perpustakaan, tetapi tidak sama Dea. Soalnya hari ini ia tak masuk, katanya sakit. Lagi asik membaca, tiba tiba ada yang meletakan tanganya di atas bahuku. Sontak aku terkejut dan menghadap belakang. Dan ternyataaa “Mbbb.. sorry, gue bisa pinjem bukunya gak? Soalnya dikit lagi gue ada ulangan kimia. Dan itu juga bukunya buat kelas 11, bukanya lo masih kelas 10 ya?” Dan ternyata kak Revan!! “Mbb.. iya kak boleh nih” Aku memberi buku kimia yang tadi aku baca ke kak Revan. Aku juga membaca buku kelas 11 karena aku ingin tau pelajaran pelajaran kelas 11. “Thanks” Ucap kak Revan tersenyum kepadaku dan mengambil bukunya dari tanganku. Sontak jantungku berdebar kencang, rasanya ingin copot saja. Bagaimana tidak, kakak kelas yang aku kagumi tersenyum kepadaku. Ahh rasanya gembira sekali melihat senyuman kak Revan. — “Ya, gue mau curhat sama lo boleh gak?” Ucapku pada Dea yang ingin berusaha jujur pada Dea kalau sebenarnya aku sudah mulai cinta sama kak Revan. Dea hanya mengangguk dengan apa yang aku ucapkan tadi “Sebenernyaa… gue itu mulai suka sama kak Revan, ya.” “Yaa, awalnya sih gue cuma kagum pas dia mandu waktu gue mos. Tapi lama lama gue mulai cinta sama dia ya.” Mendengar perkataanku barusan, Dea hanya terengah tak berkedip. Aku pun melambaikan tanganku tepat di depan wajah Dea. “Ya ampun Putri. Ternyata lo suka sama kak Revan.” Aku pun mengangguk. Dan tepat saat Dea bicara, kak Revan tiba tiba lewat di depan kita berdua, dia tersenyum kepada aku dan Dea. Ya tuhannn, sontak mataku melotot tak karuan, jantungku berdebar dan wajahku seperti orang ketakutan. Ya! Aku takut kak Revan mengetahuinya. Ya tuhan.. semoga saja dia tak tau apa yang barusan aku dan Dea ucapkan. “Deaaaaa!!! Lo kalo ngomong pelan pelan dongg!! Tar kalo kak Revan tau gue suka sama dia gimana ya?” Panik aku pada Dea, tetapi Dea hanya menjawab santai dan berkata “Tenang aja put, dia gak denger kok.” Balasnya. Tetapi aku tidak percaya begitu saja, aku juga harus meyakinkan ke kak Revan kalau seandainya ia menanya. Pagi yang cerah menyinari dunia, matahari sontak langsung memperlihatkan cahayanya, alarmku pun berdering pertanda aku harus bangkit dari tempat tidurku. Dengan wajah lemas aku pun langsung bangkit dari tempat tidurku kemudian langsung menuju kamar mandi. Setelah 15 menit kemudian akupun keluar dari kamar mandi kemudian menuju ruang makan untuk sarapan. Sesampai di sekolah akupun menuju ruang koridor dengan penuh ceria, ceria? Ya! Ceria karena ingin melihat wajah kak Revan yang tampan itu. Sehari tak masuk sekolah saja sudah rindu sama wajah tampanya kak Revan. Begitu aku jalan dengan santainya aku terkejut ada yang memanggilku. “Putriiiii” Aku pun sontak melihat ke arah yang memanggilku tadi. Dann ternyaataaa… “Ka revan?” Yaa!! kak revan lah yang memanggilku. Kok kak revan tau nama aku yaa?’ Dalam hatiku bertanya tanya. kak revan pun menghampiriku dengan sedikit lari. Sontak jantungku berdebar tak karuan. “Putriii” Ucap kak revan sedikit terngosan “Iyaaa kak.. Kok kakak tau nama aku?” “Dea cerita sama gue kalo lo kagum sama gue.. emang bener yaa?” Ucap kak revan dengan nada sedikit pd juga tersenyum tipis kepadaku. Sontak aku terkejut dia bertanya begitu, huhh.. Dea pasti cerita apa apa tentang aku sama kak Revan. Awas aja lo ya!! Dengan menutupi maluku, aku pun menjawab pertanyaan kak Revan dengan santai “Mbbbb…mbbbbb iyaaa aku kagum ajaaa sama kakak, kakak tuh wibawa banget pas mos-in aku duluu, hehe emang gak boleh kalo aku kagum sama kakak kelasku sendiri?” Ucap aku membela diri “Mbbb.. Iyaa si gak papa, oh iya lo tar malem ada acara gak?” “Nggak.. emang kenapa kak?” “Tar malem ikut gue yuk ke birthday party sepupu guee.. Lo mau ikut gak?” “Mbbb… boleh deh kak” “Okeyy, nih no telepon gue.. Tar lo sms yaa alamat rumah lo, tar gue jemput jam byee” Ucap kak Revan sembari memberiku kertas sedikit dan bertuliskan nomor telepon dia, dia pun langsung meninggalkanku begitu saja.. Ohh tuhannn!!! Rasanyaa senang sekali nanti malam aku pergi berdua sama kak Revan.. aaaaaaaa Jam menunjukan pukul aku pun bergegas memilih baju, sepatu, dan tas untuk pergi nanti. Setelah memilih, aku pun langsung bersih bersih dan make up. Pokoknyaa aku harus tampil cantik malam ini dengan memakai dress merah atas lutut high heels hitam dan juga tas hitam rambut yang digerai. Aku rasa aku sudah tampil cantik. Aku pun menunggu kak Revan menjemputku. 10 menit kemudian kak Revan sudah tepat di depan rumah ku dengan mobil warna hitamnya, aku pun langsung menaiki mobol kak Revan “Lo cantik banget putttt!!!” “Makasihh kak..” Jantungku ingin copot saja ya tuhannn!!! Bagaimana tidak? Saat ini aku tepat duduk di samping orang yang aku suka dan jalan berdua denganya, ditambah dipuji kecantikanku.. aaaaaaa senang sekali rasanyaa. Sesampai di Birthday Party sepupu kak Revan, aku dan kak Revan pun langsung masuk. Tak lama kemudian kak Revan pun mengajaku untuk menyantap makanan dan minuman di dekat kolam renang, aku pun mengikuti kemauan kak Revan. Dan saat ini aku dan kak Revan tengah memakan cupcakes dan segelas sirup. “Puttt..” “Mbbb” “Kamu udah punya pacar?” “Kamu?” “Mbb.. Iyaa sekarang aku mau manggil aku-kamu aja.. Daripada lo-gue kayak gak pantes aja sesama adek-kakak kelas” Ucap kak Revan “Mbb.. Kakak mau ngambil cupcakesnya lagi gak? enak tau” Jawabku mengalihkan pembicaraan. Sebab aku pun bingung ingin menjawab apa dengan kak Revan, aku sih memang belum mempunyai pacar, tapi aku bingung saja mengapa kak Revan nanya seperti itu “Jawab dulu pertanyaan yang tadi!” “Mbbb… Belum kak aku belum punya pacar.” Jawabku “Kamu mau gak jadi pacar aku?” Aku pun terkejut mendengar perkataan kak Revan. Jantungku mulai berdetak tak karuan, keringkat dinginku mulai mengucur. Aku terengah tepat di wajah kak Revan tak berkedip. Tapi ah mana mungkin kak Revan menembakku beneran, apa yang dia suka dari diriku? aku biasa biasa saja kan? Aku pun mencoba tenang menjawab pertanyaan kak revan “Ahhh kakak bercanda kalii” Kataku sambil tertawa sedikit mengalihkan keadaan “Aku gak bercanda sama sekali put.. jujur dari pertama kamu mos aku mulai tertarik dengan kamu, aku mencoba mencari tau nama kamu lewat sahabatmu, Dea sampai akhirnya ini ngedate kita yang pertama dan aku menyatakan perasaanku. apa itu salah?” Aku pun terdiam saat kak Revan berkata itu “Mbb… Iyaa kak aku juga suka sama kakak. Aku mau jadi pacar kakak.. tapi aku baru pertama kali pacaran kak, maaf kalo aku masih gugup ketemu sama kakak, dan please jangan buat aku sakit hati karena aku belum merasakan sakit karena cinta.” “Iyaaa putri kakak gak akan sakitin kamu, kakak akan jaga kamu baik baik. Kakak sayang banget sama kamu, makasih udah nerima kakak..” Ucap kak Revan tersenyum aku pun ikut tersenyum. Saat sesampai di sekolah, aku pun risih karena teman temanku menatapku tajam, aku tidak tau apa yang terjadi, begitu aku hampir sampai di kelas Dea pun menghampiriku “Cieeee yang taken sama kak Revan!! longlast yeee.. Eh lo gaktau yaa kak revan tuh ngeshare foto lo di akun sosmednya dia pake caption yang romantis gitu makanya anak anak pada ngeliatin lo karena dia tau kalo lo sekarang takenya kak revann..” “Wkwk iyaaa makasihh Dea lo juga kan yang ngebantu gue buat deket sama kak Revan.. makasih yaa ya. Gue juga gak nyangka bisa jadian sama kak Revan.” “Iyaaa Putriii sama sama!!” Sekejap aku menatap mata Dea yang seperti orang habis nangis. Aku pun bertanya kepadanya tetapi ia malah menjawab “gak papa”. Entah apa yang sedang Dea alami, seperti ada masalah tetapi ia tak mau berkata jujur kepadaku “Haiiii sayangg…” Ucap kak Revan menghampiriku “Mbbb iyaa kak..” “Putri gue tinggal yaaa!” Ucap Dea langsung pergi meninggalkanku Aneh sekali dengan tingkah Dea selama aku pacaran dengan kak Revan, dulu ia selalu menemaniku dan sekarang ia lebih memilih menyendiri dan sering tidak masuk sekolah Hubunganku sama kak Revan sudah semakin jauh, semakin aku mencintai kak Revan dan selama 9 bulan kita pacaran kak Revan sama sekali tidak pernah menyakiti aku sampai sampai saat saat ingin ke 10 bulan hubunganku dengan kak Revan mulai renggang, dia sering menolak ketika aku ajak jalan padahal dulu ia selalu siap siaga dan senang, alasan kak Revan dia sibuk lah, apa lah sampai akhirnya aku mulai curiga dengan kak Revan. Sampai akhirnya aku mengikuti kak Revan dengan motorku. Dan ternyata kak Revan berhenti di sebuah restoran besar dan dia pun masuk ke dalam, aku pun sangat curiga saat itu, aku pun mengikuti kak Revan sampai akhirnya ia bertemu seorang perempuan dan perempuan itu ternyata “DEA” yaaa aku sangat heran, mengapa kak Revan dan Dea berudaan di situ? Bermesraan segala, tetapi aku masih berpikir postif sama Dea karena ia sahabatku. Tapi kenapa kak Revan menggenggam tangan Dea dan memberi Dea seikat bunga? sontak hatiku sakit bertubi tubi, aku mulai meneteskan air mataku satu per satu dan pipiku mulai basah, mataku mulai merah, hatiku mulai sakit melihat kak Revan dan Dea seperti itu. Aku pun mendengar sedikit mereka bicara dan ternyata dia Dea dan kak Revan menjalin hubungan 1 bulan sebelumnya. Dan Dea meminta kak Revan memutuskanku, kak Revan pun mengabuli permintaan Dea, aku pun langsung pergi begitu saja dengan lari yang cukup kencang, seperti tertusuk tusuk jarum rasanya melihat berkhianatnya sahabatku sendiri, juga kak Revan, aku sangat kecewa terhadapnya, Padahal kak Revan pernah berjanji dulu untuk tidak menyakitiku. Tapi apa? begini caranya? Aku tidak terima. Aku pun bergegas pergi dari tempat itu bersama motorku, aku pun mengebut kencang sembari meneteskan air mata dan entah mengapa aku kehilangan konsentrasi, lalu aku pun menabrak truk tepat di depanku, kecelakaan itu pun terjadi. Aku pun dibawa banyak orang untuk dibawa ke rumah sakit, sesampai di rumah sakit, keluargaku pun ditelepon untuk mengabari bahwa anaknya yang bernama ARIANA PUTRI kini tengah terbaring di rumah sakit. Dengan koma yang cukup lama 15 hari karena aku pendarahan di otak, aku pun tersadar dari tidurku, tampak aku melihat seorang kak Revan yang menemaniku di rumah sakit. Aku pun mulai meneteskan air mata lagi, mengingat kejadian waktu itu. kak Revan pun tersadar kemudian melihatku yang sudah terbangun, namun aku membuang muka terhadap kak Revan. “Putri kamu udah sadar? Kakak khawatir banget sama kamu… Kamu kenapa nangis put?” Aku pun hanya terdiam dan akupun mengecek handphoneku dan ada email dari kak Revan, 15 hari yang lalu dengan isi “putri, maaf aku gak bisa lagi sama kamu, maaf aku mau sampai di sini aja hubungan kita, maaf banget aku gak bisa lanjutin lagi, maaf ya put” Aku pun membaca dan kemudian menunjukan kepada kak Revan, ia pun membaca dan kak Revan ingin menjelaskan namun aku pun menaruh telunjukku tepat di bibirnya “Ka revan.. Aku tau semuanya. kak Revan sudah jalin hubungan kan sama Dea sahabat aku satu bulan sebelumnya? Aku tau kak, terus Dea yang menyuruh kak Revan untuk mutusin aku, terus kak revan mau gitu aja.. Kakak bayangin gimana aku gak sakit hati.. Kakak pacaran sama Dea tapi masih ada hubungan sama aku.. Kakak itu laki atau bukan? kakak itu gak gentle kakak gak bisa jaga perasaan aku. Aku ini sakit hati kak. Coba kakak bayangin, kalo kakak udah gak mau jalanin hubungan sama aku, kakak putusin aku bisa kan baik baik? gak kayak gini kak caranya! aku tuh sakit hati banget kakak duain aku kayak gini, dan sekarang kakak ngapain nemenin aku di rumah sakit? Toh kakak udah gak peduli kan sama aku?” Ucap aku masih dengan suara merintih diderangi air mata yang sangat amat mengalir, begitupun dengan kak revan “Maafinn aku sayangg.. Dulu emang iya aku diam diam suka sama Dea, aku tuh suka sama Dea tapi aku sayang sama kamu, dan saat ini aku tau ternyata Dea itu gak sebaik kamu sayang.. Dea itu jahat sama kamu!! Dia ngebuat kakak suka sama dia, dia itu jahat sama kamu Dia tuh gak kaya kamu, dia itu ngebuat kakak suka sama dia. Kakak baru sadar kalo jangan pernah tinggalin orang yang kakak sayang demi orang yang kakak suka. Kakak baru sadar sayang.. maafin kakak!!” Flashback on “Ya, gue mau curhat sama lo boleh gak?” Ucapku pada Dea yang ingin berusaha jujur pada Dea kalau sebenarnya aku sudah mulai cinta sama kak Revan. Dea hanya mengangguk dengan apa yang aku ucapkan tadi “Sebenernyaa… gue itu mulai suka sama kak Revan, ya.” “Yaa, awalnya sih gue cuma kagum pas dia mandu waktu gue mos. Tapi lama lama gue mulai cinta sama dia ya.” Maafin guee ya putri, gue harus perjuangin cinta gue sama kak Revan, gue sebenernya juga suka sama kak Revan dari pertama kak Revan mos-in kita, ya gue pura-pura aja sama lo, gue pura pura dukung lo kalo lo sama kak revan, maafin guee yaa puttt.. Gue harus perjuangin cinta gue ke kak Revan!’ Ucap Dea dalam hati. Flashback Off “Maaf kak, aku gabisa nerima kakak lagi. Maaf, mending sekarang kakak pergi deh. Aku gak mau liat muka kakak lagi di sini. jujur aku sudah memaafkan kakak tapi untuk menjalin hubungan lagi aku gak bisa kak. Aku udah terlalu sakit. Maaf kak” Dengan beriringnya waktu, aku pun menginjak kelas 11. Aku meminta kepada orangtuaku untuk pindah sekolah dan aku pun pindah di Surabaya karena sekarang papaku bisnis di sana. Perlahan lahan aku melupakan kak Revan, berat rasanya melupakan cinta pertama, tapi aku harus bisa. “Maafin kakak putri, kakak udah nyakitin hati kamu, kakak menyesal. Kakak sayang banget sama kamu putri.. Maafin kakak putri.. Kakak udah ninggalin orang yang kakak sayang demi orang yang kakak suka, karena suka hanya sementara. Maafin kakak” Cerpen Karangan Devi Avrilya Saputri Facebook Devi Avrilya Saputri Cerpen Cinta Pertama Yang Menyakitkan merupakan cerita pendek karangan Devi Avrilya Saputri, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Lelaki Penunggu Senja Oleh Al-Izhar Setelah berlabuh di penghujung jalan yang merindu, ada beberapa kenangan yang bersandar di pundaknya. 12 November 1995 Pukul 700 pagi, lelaki rembulan yang sederhana sedang menunggu kekasihnya. Namun, sampai Rahasia Jodoh Ku Oleh Ayoemie Tahun 2013, Tia -teman aku saat di bangku Sekolah Dasar- berniat menjodohkanku dengan teman semasa kuliahnya dulu, Fulan namanya. Komunikasi aku dan Fulan dengan sistem ta’aruf -perkenalan dengan perantara My Happy Ending Oleh Sonia Meiliana Saat pertama melihatnya, aku begitu terpesona. Matanya bersinar jenaka, bibirnya melemparkan senyum hangat kepadaku. Dan pada saat itu juga, rasanya seluruh dunia berhenti berputar dan hanya dirinya yang kulihat. Bidadari Surga Oleh Dita Atma Nila Sari Semua orang tahu bahwa aku termasuk anak yang berbakti. Aku kuliah di sebuah PTN di kota. Orangtuaku tergolong orang yang mampu. Dalam artian mampu memenuhi semua kebutuhan dan keinginanku. Menikam Hati Part 4 Oleh Alvan Muqorobbin Asegaf Setelah Sholat duhur kami pulang. Di rumah ada Ibu. “Na baru pulang nak.” Katanya. “Iya bu”. Aku langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhku di ranjang. Tepat kulihat pukul 1435 “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?†"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Jakarta - Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya sastra yang penokohannya hanya berpusat pada satu orang serta panjang ceritanya yang hanya sedikit. Dalam penyajiannya, jumlah kata pada cerpen tidak boleh lebih dari kata atau batas panjang maksimal 20 halaman. Apa Itu Induksi Elektromagnetik? Kenali Faktor dan Contohnya Arti Produser beserta Tugas-tugasnya 7 Syarat dan Persiapan sebelum Melakukan Donor Darah Satu di antara tema yang banyak diangkat dalam kepenulisan sebuah cerpen adalah tentang cinta. Pasalnya, cerita yang dimuat di cerpen cinta dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerpen cinta biasanya mengungkapkan perasaan, kasih sayang, dan juga penderitaan yang telah dialami. Apakah kamu ingin membaca cerpen cinta yang bakal bikin baper? Berikut ini beberapa contoh cerpen cinta yang bisa dibaca saat luang dan bakal bikin kamu baper, dikutip dari laman Tambahpinter dan Made-blog, Senin 2/1/2023.Berita video highlights laga Grup B Piala AFF 2022 antara Timnas Singapura melawan Timnas Vietnam yang berakhir dengan skor 0-0, Jumat 30/12/2022 malam hari PerpisahanTidak ada yang tidak baik dari suatu perpisahan. Tuhan pasti menitipkan makna yang belum kita sadari maksud di balik semua itu. Sama seperti kisahku dengannya, yang harus kandas tanpa alasan yang kuat. Sudah hampir satu tahun setelah dia pergi meninggalkanku di sini. Mungkin, Tuhan menyelamatkan satu di antara dari kami berdua, dari orang yang tidak baik. Meski aku yakin, dalam hal ini, tidak ada yang tidak baik di antara kami berdua mengingat dulu kami saling melengkapi satu sama lain. Bagaikan mentari yang menuntun untuk berjalan, hingga seperti hujan yang membasuh semua perih. "Sepertinya kisah kita harus berakhir sampai di sini," ujarnya malam itu. Aku terdiam bak tersambar petir, mengingat sudah berapa jauh aku melangkah ke arahnya, sudah berapa asa yang aku perjuangkan untuknya. Tapi, sekarang dia memilih untuk mengakhiri semuanya. Aku pun termenung di sudut dunia. "Mungkin saja aku sudah cukup baik, tapi belum cukup baik dalam beberapa hal untukmu," gumamku dalam hati. Beberapa bulan berlalu, aku sudah bisa membiasakan hal yang aku paksakan, tidak bersamamu. Ternyata ucapanku dulu hanya omong kosong belaka. "Aaku tidak bisa hidup tanpamu". Nyatanya, tanpamu aku baik baik saja sekarang. Jadi, salah satu hal yang selalu aku ingat hingga hari ini adalah,kKetika patah hati, berdamailah dengan diri sendiri terlebih dahulu. Kelak, setelahnya kamu akan berlapang dada melihat kenyataan yang kau jalani, meski pahit. Setahun berlalu, kembari terbesit dalam benak saat dia, menyapa kita dari kejauhan. "Hey, apa kabar?" tanya dia. "Baik" jawabku sambil tersenyum. Bagiku, seburuk buruknya masa lalu, dia adalah guru yang mengajarkan aku dengan caranya yang manis dan pahit agar seseorang yang kelak aku tahu bahwa dia adalah cinta sejatiku, bisa mendapatkan aku dalam versi yang baik. Jadi, perpisahan itu bukan sesuatu yang harus disesali justru kita harus merelakan dan yakin bahwa Tuhan punya rencana-Nya sendiri untuk membahagiakan kita, dan mungkin saja kebahagiaan tersebut bukan dengan seseorang yang telah meninggalkan kita. "Aku selalu percaya bahwa kenangan sepahit apa pun itu bukanlah untuk dilupakan, tapi untuk diingat dengan persepsi yang tidak menyakitkan". Aku saat ini yang sudah beranjak dari masa Aku Bisa Menjadi Apa punAku mungkin adalah pendengar yang baik untukmu, atau malah akulah yang terbaik? Karena aku selalu mendengarkan apa apa keluhmu dengan hati, aku mendengarnya tanpa sedikitpun menyela. Namun, seringnya aku selalu mendengarkan tanpa didengarkan. Itu bukan menjadi masalah bagiku, karena setiap di akhir cerita yang kamu sampaikan, selalu terlukis senyum manis di bibirmu. Senyuman yang menandakan bahwa sedih dan tangismu sudah terurai. Sesederhana itu bahagiaku. Aneh memang. "Gimana sudah lega setelah semuanya kamu ceritakan?" tanyaku sambil mengusap air mata yang kian mengering pipinya saat itu. Aku pun bisa menjadi penolong yang hebat untukmu, bahkan aku bisa menjadi apa pun yang kamu butuh, aku bahagia menjadi orang lain yang bahkan tidak aku suka, semua itu hanya demi memastikan bahwa bahagiamu utuh. Tak masalah untukku jika harus kehilangan diri sendiri karena setidaknya akulah satu-satunya orang yang selalu menemanimu meski seisi bumi sedang tidak bersikap baik padamu. Meski singkatnya hari, sejenak terasa lama, sebentar terasa manis. Jauh di dalam hatiku, aku ingin menuntutmu bertanggung jawab atas yang kamu lakukan selama ini. Atas pencurian hatiku yang berhraga olehmu. Namun, tuntutan yang ingin aku layangkan kepadamu itu hanya sebatas omong kosong belaka. Karena kamu sebenarnya memang tak pernah mencuri hatiku. Karena pada kenyataannya aku sendirilah yang menyerahkannya kepadamu. Sukarela, tanpa paksaan. Entah itu disebut bodoh atau memang perasaan ini yang terlalu kukuh. Pada akhirnya, semua yang telah kulakukan selama ini, bagimu hanya sebuah nyanyian tanpa suara, sebuah intonasi tanpa nada. Sebuah perjuangan yang tak kau sadari, atau bahkan sebuah pengharapan yang olehku terlampau tinggi. Kamu mengakui aku memang ada, tapi hanya sekadarnya saja. Entah sampai kapan aku akan memperjuangkanmu dalam-dalam, entah berapa purnama aku harus bertahan dalam diam. Namun, percayalah aku bukannya belum menemukan waktu yang tepat untuk menyuarakan isi hati, aku hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk siap patah Tak Bisa DiulangPenyesalan akan selalu datang, tapi tidak bisa mengubah sesuatu yang telah terjadi. Merasa kehilangan setelah ia tiada adalah hal yang paling menyakitkan. Rifki dan dila telah menjalin hubungan hampir satu tahun, tetapi belakangan ini sikap Dila sedikit aneh, hingga akhirnya Rifki mengajak Dila untuk menonton film favoritnya dan Rifki menanyakan perihal keanehan sikapnya. "Dil, aku merasa kamu berubah, kamu gak sama kayak dulu. Apa aku berbuat salah kepadamu," tanya Rifki. "Nggak ada, Rif," jawab Dila singkat. Merasa tak memperoleh jawaban yang memuaskan, Rifki akhirnya mengajak Dila pulang. Sesampainya di rumah, Rifki ingat jika besok adalah hari pertama mereka Jadian. Rifki menyusun rencana untuk memberikan kejutan pada Dila. Rifki menghias taman dengan berbagai pernak pernik kesukaan Dila disertai dengan panorama lilin dan malam yang indah. Ketika persiapan telah selesai, Rifki menghubungi Dila, tapi Dila tidak ada respons. Dila yang sibuk dengan selingkuhannya mengabaikan panggilan Rifki. Hingga pukul 9, Dila tak kunjung datang dan akhirnya Dila mengirim pesan singkat bahwa ia tak bisa datang. Dengan perasaan kesal dan kecewa, Rifki memutuskan untuk pulang. Namun, di perjalanan Rifki bertubrukan dengan truk, yang menyebabkan ia meninggal seketika di tempat. Dila tahu kabar tersebut setelah keesokan harinya, tak pikir panjang, dila langsung mengunjungi kediaman Rifki. Ia melihat kekasihnya terbujur kaku seakan ia tak percaya. Kemudian ibu Rifki memeluk Dila sambil memberikan handphone Rifki padanya. Dila membukanya dan melihat video yang menunjukkan keadaan di mana Rifki mempersiapkan kejutan untuknya. Dila langsung nangis sejadi-jadinya hingga tak sadarkan diri, ia merasa bersalah telaah mengabaikan orang yang sangat mencintainya. Sejak kejadian itu, Dila menjadi wanita pendiam dan ia jarang sekali berbicara. Sumber Tambahpinter, Made-blog Dapatkan artikel contoh dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.
cerpen cinta pertama yang menyakitkan